Tips Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi

Adalah pilihan yang cukup sulit untuk memilih jurusan atau program studi di perguruan tinggi bagi siswa setelah mereka lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK). Setidaknya itu merupakan pengalaman penulis ketika dulu ingin melanjutkan studi setelah menamatkan sekolah di SLTA, yakni sekitar tahun 2006. Peran orang tua sangat penting untuk membantu memilihkan jurusan yang hendak diambil oleh anaknya. Pasalnya, selain menyangkut biaya pendidikan yang nantinya akan dikeluarkan oleh orang tua, paling-tidak orang tua sudah mempunyai gambaran yang cukup luas tentang jurusan mana yang mempunyai prospek yang bagus di masa yang akan datang.

Jurusan yang dipilih oleh siswa hendaknya tidak boleh asal-asalan, karena menyangkut masa depan anda. Berhasil tidaknya anda dalam meniti karir, dimulai dari pilihan jurusan kuliah yang akan anda tempuh. Ini yang sebenarnya merupakan ujian hidup yang mana eksistensinya lebih sulit untuk dihadapi daripada ujian nasional. Oleh karena itu, penulis dalam kesempatan kali ini ingin memberikan tips tentang cara memilih jurusan/program studi di perguruan tinggi. Berikut merupakan point-point penting yang harus anda perhatikan dalam memilih jurusan kuliah.
Image by Gabriel Autis
Prospek yang Bagus
Jurusan yang akan dipilih hendaknya mempunyai prospek yang bagus dan jelas di masa yang akan datang. Ini bisa diartikan bahwa peluang kerja lulusan pada program studi tersebut sangat luas dan besaran gaji tinggi. Point ini yang sering menjadi prioritas utama bagi kebanyakan orang dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, asumsinya bahwa apabila anda bisa masuk pada jurusan tersebut, anda tidak perlu khawatir lagi tentang masa depan anda.

Minim Persaingan
Minim persaingan yang dimaksud disini adalah jumlah pendaftar pada program studi tersebut tidak begitu banyak, sehingga peluang untuk diterima pada jurusan tersebut sangat tinggi. Sayangnya, tidak ada jurusan favorit yang mempunyai jumlah pendaftar yang sedikit. Kebanyakan pada jurusan favorit, jumlah pendaftar sangat banyak, sehingga tingkat persaingan sangat ketat.

Oleh karena itu, anda perlu mengidentifikasi dan menganalisis jurusan apa dan dari kampus mana yang jumlah pendaftarnya sedikit, namun mempunyai prospek yang bagus untuk masa depan. Point ini sedikit memerlukan kejelian khusus dari anda dan orang tua anda supaya tidak terpaku dengan jurusan favorit.

Lulusan Banyak Dibutuhkan
Point ini berkaitan erat dengan point yang telah dikemukakan diatas yakni prospek jurusan di masa yang akan datang. Point ini penting untuk dipertimbangkan oleh anda, mengingat untuk mencari pekerjaan itu tidaklah mudah. Oleh karena itu, apabila jurusan yang anda pilih mempunyai peluang yang cukup besar dalam artian banyak dibutuhkan, sedikit-banyak dapat meringankan beban anda setelah lulus dari kuliah. Tentu, anda perlu mencari tahu tentang jurusan itu sebelum anda memilihnya.

Biaya Kuliah Terjangkau
Biaya kuliah juga sangat mempengaruhi keberlangsungan dan keberlanjutan anda saat menimba ilmu di perguruan tinggi. Banyak diantara teman-teman mahasiswa yang berhenti di tengah jalan atau tidak bisa melanjutkan studinya karena terkendala oleh biaya kuliah. Oleh karena itu, jauh-jauh hari perlu dipikirkan secara matang untuk meminimalisasi hal seperti itu.

Menurut penulis, mahal-tidaknya biaya kuliah bersifat relatif tergantung siapa yang memandangnya. Bagi masyarakat menengah keatas menganggap biaya kuliah untuk jurusan kedokteran tidaklah begitu mahal. Namun, bagi masyarakat menengah ke bawah jurusan itu sangatlah mahal. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah jurusan yang mempunyai biaya yang terjangkau yang mana sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga anda.

Minat dan Bakat
Minat dan bakat yang dimiliki setiap anak tidaklah sama. Oleh karena itu, bagi orang tua hendaknya tahu betul dengan talenta sang anak. Jangan pernah memaksakan kehendak secara sepihak untuk masuk jurusan yang tidak sesuai dengan talenta anak. Ini sangat penting bagi kesuksesan sang anak dalam menimba ilmu di perguruan tinggi. Apabila jurusan yang dipilih sesuai dengan minat dan bakat, bisa dipastikan hasil belajar selama kuliah dapat optimal, dibandingkan dengan jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakat.

Background Keilmuan yang Memadai
Bagi siswa tentu perlu berkaca dengan kompetensi yang dimiliki. Apakah mampu dan sanggup mengikuti jalannya perkuliahan pada program studi tersebut?. Ini merupakan pertanyaan yang mendasar yang harus dijawab oleh siswa sebelum mereka memilih jurusan di perguruan tinggi. Misalnya, apabila ada siswa lulusan SLTA yang mempunyai basic IPS, tentu jurusan yang tepat untuk dipilih adalah jurusan yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial, misalnya seperti Geografi, Sejarah, Ekonomi, Manajemen, dan lain sebagainya. Bukan malah memilih jurusan Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika.

Dengan memperhatikan latar belakang anda, anda akan tahu persis jurusan mana yang tepat untuk anda. Dengan memilih jurusan yang sesuai dengan background anda, anda akan bisa mengikuti alur pembelajaran selama anda kuliah. Sehingga asumsinya hasil belajar yang akan anda peroleh selama kuliah dapat berbuah optimal.

Kampus yang Berkualitas dan Terakreditasi
Kualitas kampus juga sangat mempengaruhi kompetensi lulusan dan pandangan masyarakat terhadap lulusan. Setiap kampus mempunyai kualitas yang berbeda. Di Indonesia umumnya kampus negeri cenderung lebih baik dalam segi kualitas dibandingkan dengan kampus swasta. Namun, itu tidak berlaku secara pasti, karena banyak kampus swasta yang kualitasnya tidak kalah tinggi dengan kampus negeri. Oleh karena itu, anda diharapkan tidak selalu terpaku dengan kampus negeri, namun yang musti anda perhatikan adalah kualitas kampus dan akreditasi kampus.

Demikian tips sederhana tentang bagaimana caranya memilih jurusan atau program studi di perguruan tinggi yang dapat saya sampaikan untuk anda. Terimakasih banyak atas perhatiannya.

8 komentar:

Herdoni Wahyono said...

Saat ini para orang tua yang memiliki anak lulusan SMA/SMK mulai disibukkan dengan 'akan kemana anak saya kuliah' ? Tips ini dapat menjadi panduan yang praktis di dalam menentukan atau memilih jurusan di perguruan tinggi. Saat duduk di bangku SMA tentu semua siswa telah mengikuti tes bakat/minat yang dipandu oleh lembaga psikologi. Hasil tes minat/bakat ini dapat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih fakultas/jurusan. Tentu juga mempertimbangkan faktor yang lainnya. Salam sukses.

Taqorrub Ubaidillah said...

Ketepatan dalam menentukan dan memilih program studi di perguruan tinggi dipengaruhi dan dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Oleh karenanya, perlu sikap yang dinamis dan penuh pertimbangan sesuai kondisi riil siswa lulusan SMA. Tentu, perna orang tua menjadi ujung tombak dalam menentukan jurusan pilihan anaknya.

Terimkasih banyak Pak Herdoni Wahyono sudah berkenan memberikan feedback yang sangat luar biasa. Salam super :)

Raja Blangkon said...

minat dan bakat yang harus menjadi perioritas pertama. biar tidak ada rasa kejenuhan dan putus ditengah jalan,

Taqorrub Ubaidillah said...

betul sekali itu pak, tapi minat dan bakat saja belum cukup apabila tidak ditopang oleh kompetensi siswa dan juga support dari orang tua. Oleh karena itu, sinergisme antara anak dan orang tua menjadi titik kulminasi dalam memilih jurusan di perguruan tinggi :)

Mbak Iis said...

dalam pemeilihan jurusan harusnya dipikirkan lebih matang karena biar tdk salah jurusan, pentingnya cari tahu atau cari referensi biar kedepannya lulus dengan memuaskan.

Taqorrub Ubaidillah said...

Sulit untuk seumuran anak SMA untuk berfikir matang dan kritis terhadap suatu pilihan. Mereka umumnya lebih mementingkan egoisme diri mereka sendiri.

Tidak sedikit dari mereka keliru dalam memilih jurusan yang mana konsekuensinya tidak bisa lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, karena jurusan yang mereka pilih ternyata mempunyai persaingan yang ketat.

Nampaknya seumuran mereka belum mengarah ke hal lulusan kelak mau jadi apa dan akan kemana, yang terpenting bagi mereka adalah bisa masuk pada jurusan favorit di kampus favorit.

Oleh karena itu orang tua harus turut andil dalam memilihkan program studi anaknya, supaya dalam memilih jurusan bisa tepat. Seperti itu mbak :)

Agus Fanani said...

Bukan hanya orang tua, disinilah guru BK dapat berperan mengarahkan anak didiknya untuk mengembangkan karirnya kan ada Bimbingan Karir, tapi apakah sudah berjalan semestinya? Dulu sewaktu SMA saya diberikan angket untuk merencanakan dan memilih jurusan jika meneruskan ke Perguruan Tinggi sekaligus dikenalkan prospek bidang kerjanya. terima kasih mas Taqorrub, blog anda sudah saya follback

Taqorrub Ubaidillah said...

Terimakasih banyak Pak Agus sudah menambahkan. Memang benar bahwa tugas Guru Bimbingan Konseling (BK) juga mempunyai peran untuk membimbing anak didiknya dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Namun, terkadang tidak sedikit juga dari guru-guru tersebut kurang optimal dalam memberikan bimbingan dan arahan.

Saya kira kontribusi yang paling besar tetap pada orangtua pak. Karena hal itu menyangkut masa depan anaknya. Terimakasih banyak pak sudah berkenan berdiskusi di blog saya :)

Post a Comment